Wednesday, April 16, 2014

Ayam dan Anjing Selundupan Dimusnahkan

Melaya (Jembrana News) - Puluhan ekor ayam dan anjing selundupan tanpa dokumen yang diselundupkan ke Bali melalui pelabuhan Gilimanuk, Selasa (15/4) sore akhirnya dimusnahkan.
Ayam dan Anjing Selundupan Dimusnahkan
Ayam dan Anjing Selundupan Dimusnahkan
Pemusnahan hewan terlarang masuk Bali itu dilakukan di kantor Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja (KPT Wilker) Gilimanuk. Anjing ras yang per ekornya harganya jutaan rupiah dengan jenis diantaranya pomerian, siberian hunsky, mini pom dan lecy dimusnahkan dengan cara disuntik.

Anjing sebanyak 31 ekor yang diamankan pada Jumat (11/4) dengan ditumpangkan Bus Zena N 7367 UA tersebut, setelah mati bangkainya dikumpulkan. Kemudian dilanjutkan dengan memusnahkan puluhan ekor ayam yang diamankan pada Minggu (13/4). Kemudian bangkai anjing ras dan ayam kampung itu dikubur di kandang Karantina Gilimanuk. Sedangkan dua ekor kucing persia dan belasan ekor burung tidak dimusnahkan, tetapi ditolak atau dikembalikan ke daerah asalnya karena penanggungjawabnya jelas.

Kasi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Denpasar IB Eka Ludra mengatakan pemusnahan adalah langkah terakhir yang diambil. Dikatakannya setelah wabah rabies terjadi, Bali kemudian ditetapkan sebagai kawasan karantina penyakit anjing gila atau rabies sesuai dengan Permentan nomor 1696 tahun 2008. Dengan ditetapkanya Bali sebagai kawasan karantina penyakit rabies, maka keluar masuk hewan penular rabies seperti anjing, kucing kera dan sebangsanya dilarang sementara (JN-Berita).

Mencuri di Pesantren, Residivis Diciduk

Melaya (Jembrana News) - Jajaran Polsek Melaya mengamankan seorang residivis Raden Saifudin (37) dari Dusun Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Senin (14/4).
Mencuri di Pesantren, Residivis Diciduk
Residivis Diciduk
Pelaku yang bertato ini diamankan karena mencuri Minggu (13/4) di Pesantren Darusalam, Dusun Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Adapun yang dicuri dompet milik Harur Rosadi (42) dari Desa Seragi Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi. Dompet tersebut isinya Uang Rp 926.000, 2 lembar KTP, 2 lembar ATM BRI, satu ATM milik pelapor berisi Uang kurang lebih Rp 3 jt, dan 1 lembar STNK.

Tersangka mengambil dompet tersebut sekitar pukul 01.00 dini hari dalam saku celana terlipat yang ditaruh diatas meja oleh pelapor di dalam ruangan kamar tidur para santri.

Kapolsek Melaya Kompol Nyoman Nirman didampingi Kanit Reskrim Iptu Gusti Lanang Gelgel seizin Kapolres Jembrana ketika dikonfirmasi Selasa (15/4) membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka merupakan residivis dan telah tiga kali melakukan pencurian. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Melaya dan dijerat pasal 363 ke 3e KUHP (JN-Berita).